Bek Man United Ini Berdoa Setiap Hari Untuk Mantan Rekan Setimnya

Bek-Man-United-Ini-Berdoa-Setiap-Hari-Untuk-Mantan-Rekan-Setimnya

Daftar judi bola – Bek Manchester United Timothy Fosu-Mensah mengatakan kepada BBC Sport bahwa dia terus berdoa untuk mantan rekan setimnya di Ajax Amsterdam dan Belanda Abdelhak Nouri dan berencana mengunjunginya saat dia memiliki kesempatan.

Abdelhak Nouri, 20, menderita kerusakan otak parah dan permanen setelah ambruk saat pertandingan persahabatan pra-musim klubnya di Austria. Ajax Amsterdam mengatakan bahwa dokter sangat yakin bahwa pemain itu tidak akan bisa pulih, namun Nouri tetap berada di rumah sakit.

“Saya berbicara dengan saudaranya Mohamed, dan ini sangat sulit. Saya mendoakan dia setiap hari dan saya yakin dia akan sembuh,” kata Fosu-Mensah.

“Saudaranya pergi ke rumah sakit dan terus mengunjunginya, tapi ia ingin saya punya waktu untuk mengunjunginya dan itulah yang akan saya lakukan. Ini adalah masa-masa sulit bagi keluarganya, tapi juga bagi saya,” lanjutnya.

“Saya bermain dengan dia sejak usia delapan tahun. Saya mengenalnya dengan sangat dekat, jadi sangat aneh kalau ini terjadi pada seseorang yang sangat dekat dengan Anda. Ini tidak mudah bagi saya, tapi saya di sini (di tur pra musim Manchester United) dan saya harus fokus dan setiap ada waktu saya mencoba untuk menghubungi saudaranya atau dengan rekan setim saya waktu di Ajax dulu,” tambahnya.

Ketika ditanya bagaimana keluarga Abdelhak Nouri menghadapi hal ini, Fosu-Mensah menambahkan: “Mereka benar-benar terluka, ssedih, tapi mereka adalah orang yang kuat.”

Fosu-Mensah juga telah mengirimkan beberapa update di akun Twitter resminya tentang Nouri. Dengan yang terakhir berbunyi: “Memikirkan kamu kawan, aku berdoa setiap hari untukmu, Appie.”

Abdelhak-Nouri

FIFA soroti ketersediaan alat kesehatan saat pertandingan

Kerusakan otak permanen yang diderita oleh Abdelhak Nouri disebabkan oleh pasokan oksigen yang sangat kurang ke otaknya saat ia tumbang di lapangan. Penanganan yang tidak gesit dan lengkap dari tim medis kala itu juga berpengaruh terhadap kondisi Nouri sekarang.

Baru-baru ini FIFA meminta perangkat pertandingan di seluruh level menyediakan alat kejut jantung untuk menghindari hal yang terjadi kepada Nouri kembali terulang di kemudian hari.